Masyarakat, Tenaga Medis dan Corona

Saat artikel ini ditulis, Virus Corona telah menjadi pandemi global. Setiap negara di dunia ini mau tidak mau dituntut untuk siap menghadapi. Menurut situs kawalcovid19, terdapat 4241 kasus dengan 373 di antaranya meninggal. Menurut para ilmuwan, kasus sebenarnya sangat mungkin jauh di atas itu, karena kemampuan kita untuk melakukan tes masih sangat terbatas.

Satu hal yang sangat disayangkan, yaitu sosialisasi terhadap virus Corona dari pemerintah sangat minim. Masyarakat dibiarkan untuk “belajar sendiri” dari media massa dan juga dari media sosial. Akibatnya, banyak informasi berseliweran yang membuat masyarakat menjadi panik. Salah satu manifestasi kepanikan itu adalah pengusiran tenaga medis dari kos/kontrakan mereka dan juga penolakan penguburan jenazah tenaga medis yang meninggal karena terpapar Covid-19 di beberapa daerah.

Hal ini sangat miris, karena di negara lain, tenaga medis sangat dihargai oleh masyarakat.

Di Italia, setiap jam tertentu, masyarakat membuka jendela mereka dan menyalakan handphone mereka sebagai tanda support mereka terhadap tenaga medis.

Di Malaysia, masyarakat membantu tenaga medis dengan mengantar makanan yang luar biasa banyaknya ke hospital-hospital tempat mereka bertugas. Gambar dalam posting ini merupakan status dari kawan penulis yang saat ini sedang bertugas di salah satu hospital di Kuala Lumpur.

Agaknya pemerintah Indonesia perlu belajar dan segera membenahi, paling tidak dalam sosialisasi. Agar masyarakat tidak terbutakan dan panik oleh pandemi ini, tapi tetap juga waspada.

Terima kasih, para pejuang. Semoga Allah memberikan kekuatan dan melindungi kalian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *