Kendala Yang Sering Dihadapi Dalam Memulai Bisnis Kuliner

Kendala Yang Sering Dihadapi Dalam Memulai Bisnis Kuliner

Dalam menjalankan bisnis, tidak selamanya kenyataan sesuai harapan. Akan banyak hal tak terduga yang bisa terjadi. Keadaan yang tidak diharapkan ini akan memaksa anda untuk segera mengambil keputusan tepat. Meminimalkan resiko buruk demi berlangsungnya usaha rumahan yang baru saja anda mulai.

DapurMami menawarkan peluang usaha melalui aplikasi online. Meski resiko lebih sedikit dibanding dengan bisnis yang dijalankan secara offline, namun tetap saja semua usaha pasti mengalami pasang surut.

  1. Patah semangat.
    Usaha yang baru saja dimulai membutuhkan waktu untuk pengenalan produk ke masyarakat. Atau sebaliknya, pada awal pembukaan, usaha anda mengalami penjualan cukup bagus. Namun setelah sesaat, usaha anda sepi kembali. Situasi tidak pasti ini rentan membuat pebisnis pemula menjadi tidak bersemangat. Jangan menghadapi keadaan ini sendirian, dukungan keluarga, teman atau komunitas akan sangat membantu.
  2. Melakukan semua sendiri.
    Karena baru awal buka usaha, anda merasa harus menjadi super mami. Melakukan semua sendiri. Tidak salah, hanya saja jika hal ini justru membuat anda kelelahan mental dan fisik, maka akan lebih banyak menguras energi anda. Jika belum memungkinkan untuk mempunyai karyawan, anda dapat mendelegasikan beberapa tugas kepada asisten.
  3. Menemukan pemasok bahan baku.
    Jika anda belum menemukan pola bisnis yang teratur dan stabil, pemasok bahan baku tetap mungkin akan menjadi kendala bagi usaha anda. Anda masih secara acak untuk mendapatkan bahan baku. Hal itu akan berpengaruh terhadap kualitas bahan yang akan anda pakai, harga, dan ketersediaan barang.
  4. Menghadapi keluhan, kritik dan saran dari konsumen.
    Sikap ini membutuhkan mental kuat. Jangan membuat anda menjadi patah semangat. Jawab keluhan yang disampaikan pelanggan secara profesional. Pisahkan ego pribadi dengan solusi untuk memecahkan masalah. Anda harus bersikap netral, untuk selanjutnya melakukan tindakan agar tidak mengecewakan calon pelanggan.

Berkaca dari pengalaman pengusaha kuliner lain, tidak jarang mereka harus membangun usaha dengan semua cerita susah payah dahulu sebelum akhirnya usaha yang mereka jalankan bisa stabil seperti sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *